Di seluruh kepustakaan darwis engkau akan mendapati kami mengatakan berulang-ulang,
bahwa kami tidak memperhatikan agamamu atau bahkan dengan kekurangannya.
Bagaimana dapat hal ini disatukan dengan kenyataan bahwa penganut menganggap diri
mereka sendiri yang terpilih?
Perbaikan manusia adalah tujuan, dan pengajaran batiniah seluruh keyakinan bertujuan
demikian. Dalam usaha menyempurnakannya, selalu terdapat tradisi yang diteruskan olah
penerus para ahli, yang memilih calon untuk diberi pengetahuan ini.
Diantara orang-orang, semua jenis ajaran ini telah diteruskan. Karena dedikasi kita pada
esensi, kita harus, dalam jalan Darwis, mengumpulkan orang-orang yang tidak
memperhatikan hal-hal eksternal, dan terus dijaga kemurnian, secara rahasia, kapasitas
kita untuk melanjutkan suksesi. Dalam dogma agama kaum Yahudi, Kristen, Zoroaster,
Hindu dan kaum literalis Islam, hal yang murni ini telah hilang.
Kita kembalikan semua prinsip utama ini ke seluruh agama tersebut, dan inilah mengapa
engkau akan melihat banyak penganut Yahudi, Kristen dan lainnya diantara pengikutku.
Kaum Yahudi mengatakan bahwa mereka Yahudi murni, demikian juga penganut Kristen.
Hanya ketika engkau mengetahui Faktor Tertinggi, maka engkau akan mengetahui situasi
yang sebenarnya tentang agama saat ini, dan tentang ketidakpercayaan itu sendiri. Dan
ketidakpercayaan sendiri merupakan agama dengan bentuk kepercayaannya sendiri.
(Ahmad Yasavi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar