Ada dua hal: baik dan sesuatu yang harus menjadi baik realitas dan realitas semu. Ada
Tuhan dan manusia.
Jika manusia mencari Kebenaran, ia harus memenuhi syarat untuk menerima kebenaran.
Ia tidak mengetahui ini. Akibatnya, meyakini keberadaan Kebenaran, ia beranggapan
dirinya mampu menerimanya. Ini tidak berkaitan dengan pengalaman, tetapi melanjutkan
keyakinan.
Setelah giliranku, misalnya, orang akan terus menggunakan bagian-bagian dari apa yang
sudah biasa dianggap sebagai alat berhubungan dengan kebenaran, menggunakannya
seperti mantera atau jimat, untuk membuka gerbang. Mereka akan bermain dan
mendengar musik, merenungkan tokoh tertulis, berkumpul bersama, sederhana karena
sudah melihat hal-hal ini berlangsung.
Tetapi seninya ada di dalam penyatuan unsur yang benar, yang membantu manusia
menjadi layak atas hubungannya dengan Kebenaran sejati, bukan peniruan yang tak
berarti.
Ingatlah selalu bahwa ilmu (ilm) untuk mempengaruhi jembatan antara sisi luar dan sisi
dalam, jarang sekali dan diturunkan hanya kepada sedikit orang. Tidak dapat dihindari,
akan banyak sekali orang lebih suka meyakinkan diri sendiri yang pada kenyataannya
kurang berpengalaman, daripada menemukan pemberi intisarinya.
(Hadrat Mu'inuddin Chisyti)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar