Menjadi Sufi adalah menjadi apa yang engkau dapat menjadi, dan tidak mencoba untuk
mengejarnya pada tahap yang salah, ilusi.
Menjadi sadar terhadap apa yang mungkin bagimu, dan tidak berpikir bahwa engkau
sadar terhadap apa yang tidak engkau perhatikan.
Sufisme adalah ilmu mendiamkan apa yang harus didiamkan, dan memperhatikan
(waspada) apa yang harus diperhatikan (diwaspadai), tidak berpikir bahwa engkau dapat
diam atau waspada di mana engkau tidak dapat, atau bahwa engkau perlu melakukan
ketika engkau tidak membutuhkan.
Mengikuti jalan Darwis adalah mengikuti Kesatuan yang tersembunyi, meskipun, dan
tidak dengan perantaraan mengakui akan perbedaan.
Memperhitungkan cara yang ada dalam perbedaan, tanpa memikirkan bahwa bentuk luar
kemajemukan adalah penting di dalamnya.
Pendekatan dengan mempelajari faktor-faktor pengetahuan bagaimana untuk belajar;
tidak dengan berusaha memperoleh pengetahuan tanpa praktek yang benar dalam
mendekatinya.
Engkau lebih dekat menjadi Sufi dengan menyadari bahwa kebiasaan dan prasangka,
merupakan hal yang esensial hanya pada beberapa bidang; tidak dengan membentuk
kebiasaan dan menilai dengan menggunakan prasangka yang tidak sesuai.
Engkau harus menyadari ketidakberartianmu sebagai arti dirimu; tidak mencari perasaan
berarti itu sendiri.
Orang yang sederhana (merendahkan diri) seperti ini, karena mereka memang harus
demikian; dan yang terburuk dari semua laki-laki maupun perempuan adalah mereka
yang menjalankan kerendahan hati untuk tujuan kebanggaan, bukan sebagai sarana
perjalanan.
Metode Sufisme adalah selalu menerima sebuah nilai, kapan dan di mana nilainya, dan
dengan siapa bernilainya, bukan meniru karena terpesona, atau menyalin karena kesukaan
meniru.
Keberhasilan seseorang meningkatkan dirinya lebih tinggi, datang melalui usaha yang
benar dan metode yang benar, bukan sekadar dengan berkonsentrasi pada cita-cita yang
benar atau pada kata-kata orang lain yang ditujukan ke orang lain.
Sebagai jebakan yang terletak pada elemen rendah dalam dirimu, saat seorang manusia,
sebuah buku, upacara, organisasi, metode, penampakan, secara langsung atau dengan
nasihat untuk memiliki sesuatu yang dapat dipakai semua, atau dengan kuat menarik
perhatianmu kendati tidak secara benar.
(Sayed Imam Ali Shah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar