Minggu, 04 Juli 2010

Belajar Dengan Analogi

Ada alasan bahwa Ibnu al-Arabi menolak berbicara dalam bahasa filosofis dengan setiap orang, bodoh maupun terpelajar. Dan tampaknya orang-orang beruntung tetap berteman dengannya. Ia mengajak bepergian, memberi mereka makan, menghibur mereka dengan bercerita ratusan pokok pembicaraan.
Seseorang bertanya kepadanya, "Bagaimana Anda mengajar apabila Anda tampaknya tidak pernah memberi pengajaran?"
Ibnu al-Arabi menjawab, "Dengan kias." Dan ia menceritakan perumpamaan ini.Suatu ketika ada seorang laki-laki memendam uangnya di bawah beberapa pohon demi keamanan. Ketika ia datang kembali, uangnya hilang. Seseorang telah membongkar akar dan membawa emasnya.Ia kemudian menemui orang bijak dan menceritakan masalahnya."Saya yakin tidak ada harapan lagi menemukan kembali harta itu." Orang bijak tersebut
menyarankan agar ia kembali lagi setelah beberapa hari. Sementara itu, si orang bijak
memanggil semua tabib yang ada di kota, dan bertanya kepada mereka, apakah pernah
memberi resep obat akar-akaran kepada seseorang. Salah seorang mengaku telah
memberikannya kepada seorang pasien. Maka dipanggillah pasien tersebut, dan ternyata
ia adalah pemilik uang itu sendiri. Ia mengambil barang tersebut dan mengembalikannya
kepada pemilik sebenarnya."Dengan cara yang sama," ujar Ibnu al-Arabi, "Kutemukan apa keinginan murid yang
sesungguhnya, dan bagaimana ia dapat belajar. Dan kuajarkan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar